Translate

Entri Populer

News

Loading...

Minggu, 09 Desember 2012

Angka Penting

Angka Penting
Semua angka yang diperoleh dari hasil pengukuran disebut Angka Penting, terdiri atas angka-angka pasti dan angka angka terakhir yang ditaksir (angka taksiran). Berikut adalah aturan penulisan/penyajian angka penting dalam pengukuran:
1) Semua angka yang bukan nol adalah angka penting.
Contoh: 72,753 (5 angka penting).

2) Semua angka nol yang terletak di antara angka-angka bukan nol adalah angka penting.
Contoh: 9000,1009 (9 angka penting).

3) Semua angka nol yang terletak di belakang angka bukan nol yang terakhir, tetapi terletak di depan tanda desimal adalah angka penting.
Contoh: 3,0000 (5 angka penting).
4) Angka nol yang terletak di belakang angka bukan nol yang terakhir dan di belakang tanda desimal adalah angka penting.
Contoh: 67,50000 (7 angka penting).

5) Angka nol yang terletak di belakang angka bukan nol yang terakhir dan tidak dengan tanda desimal adalah angka tidak penting.
Contoh: 4700000 (2 angka penting).

6) Angka nol yang terletak di depan angka bukan nol yang pertama adalah angka tidak penting.
Contoh: 0,0000789 (3 angka penting).
iDevice icon Ketentuan Ketentuan Pada Operasi Angka Penting
Ada beberapa ketentuan dalam mengoperasikan angka penting. Ketentuan-ketentuan yang dimaksud antara lain:
1) Hasil operasi penjumlahan dan pengurangan dengan angka angka penting hanya boleh terdapat satu Angka Taksiran saja.
Contoh:
Angka 0 dan angka 7 di belakang koma adalah angka taksiran. Oleh karena dalam pengoperasian tidak boleh ada 2 angka taksiran, maka hasil penjumlahan tersebut adalah 2,81 (dibulatkan ke atas) 
2) Angka penting pada hasil perkalian dan pembagian, sama banyaknya dengan angka penting yang paling sedikit.
Dari operasi perkalian tersebut, angka penting yang paling sedikit berjumlah dua. Oleh karena hasil perkalian maupun pembagian mengandung angka penting yang paling sedikit, maka hasil perkalian kedua bilangan di atas adalah 2,3 
3) Untuk angka 5 atau lebih dibulatkan ke atas, sedangkan angka kurang dari 5 dihilangkan, Jika angkanya tepat sama dengan 5, dibulatkan ke atas jika angka sebelumnya ganjil dan dibulatkan ke bawah jika angka sebelumnya genap.
iDevice icon Notasi Ilmiah (Bentuk Baku)
Dari hasil pengukuran besaran fisika banyak dijumpai bilangan-bilangan yang memiliki angka yang banyak, sehingga dalam penulisannya memerlulkan tempat lebar. Untuk menyingkat penulisan bilangan tersebut diambil kesepakatan yaitu bentuk bilangan sepeluh berpangkat yang disebut notasi ilmiah. Secara umum Notasi Ilmiah atau Cara Baku dapat ditulis sebagai berikut:

Contoh Permasalahan

Andi disuruh oleh ibu guru untuk mengukur volume sebuah penggaris kayu dengan spesifikasi
Panjang = 100 cm
Lebar = 5,5 cm
Tebal = 0,5 cm 
Bantulah andi untuk mengukur volume penggaris kayu tersebut menggunakan aturan-aturan angka penting yang sudah berlaku.
Penyelesaian:
Diketahui :
Panjang penggaris (P) = 100 cm
Lebar penggaris (l) = 5,5 cm
Tebal penggaris (t) = 0,5 cm
Ditanya :
Vpenggaris = .................................................? 
Jawab:
Vpenggaris = P . l . t
Vpenggaris = 275 cm3
Vpenggaris = 2,75 . 102 cm3

Perhatikanlah simulasi pengukuran berikut. Dalam simulasi ini akan diperlihatkan cara mengukur besaran panjang menggunakan berbagai alat ukur.
 
 
Kegiatan Pembelajaran

Lambang Dimensi
Nama Kelompok                     :………………………………………
Nama Anggota Kelompok      :1. ……………………………...(      )
  2……………………………….(      )
  3……………………………….(      )
  4……………………………….(      )
  5……………………………….(      )
  6……………………………….(      )
Kelas                                       :………………………………………
Tanggal Kegiatan                      :………………………………………
Kompetensi Dasar       : 1) Melaksanakan penelitian ilmiah dalam bidang fisika
                                        2) Mengkomunikasikan hasil penelitian ilmiah
                                        3) Membedakan besaran pokok dan besaran turunan beserta satuannya
                                        4) Memprediksi dimensi satu besaran dan melakukan analisis 
Indikator                     : 1) Membandingkan besaran pokok dan besaran turunanserta dapat
                                           memberikan contohnya dalam kehidupan sehari hari.
                                      2) Menentukan dimensi suatu besaran pokok
Materi Pokok              : Besaran dan satuan
Pengalaman Belajar     : Mengidentifikasi besarn pokok, besaran turunan, dan dimensinya dalam kehidupan
Tujuan                         : Menyelidiki besaran pokok, besaran turunan dan dimensinya dalam
                                      kehidupan sehari hari.
 
 
A.    Alat dan Bahan
Data besaran fisika dalam kehidupan bisa didapatkan dari buku-buku referensi, koran, majalah, internet, dan sebagainya.
 
B.     Langkah Kerja
1.      Kumpulkan sebanyak mungkin nama besaran fisika dan satuannya dalam kehidupan
2.      Susunlah semua nama besaran dan satuan dalam tabel serta kelompokkanlah dalam besaran pokok dan besaran turunan
3.      Carilah lambang dimensi untuk tiap besaran tersebut
 
Besaran Pokok
Besaran Turunan
Nama Besaran
Satuan Dimensi
Lambang Besaran
Nama Besaran
Satuan Dimensi
Lambang Besaran
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
A.      Analisis Data
1.    Ada berapa besaran pokok yang ditemukanmemiliki satuan dan dimensi yang sama? Tuliskan besaran besaran yang mana saja
................................................................................................................................................................................................................................................................................................
2.    Ada berapa besaran turunan yang ditemukan memiliki satuan dan lambang dimensi yang sama? Tuliskan besaran besaran tersebut
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
3.    Ada berapa besaran yang ditemukan memiliki satuan berbeda, tetapi memiliki lambang dimensi yang sama? Tuliskan besaran-besaran tersebut
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
4.    Ada berapa besaran yang tidak memiliki lambang dimensi atau tidak ditemukan lambang dimensinya? Sebutkan besaran-besaran itu
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
5.    Di antara besaran yang ditemukan, ada berapa yang termasuk besaran dalam fisika? Tuliskan besaran-besaran tersebut
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
B.       Kesimpulan
1.    Dari besaran besaran fisika yang sudah ditemukan, yang termasuk besaran pokok adalah……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
2.    Dari besaran-besaran fisika yang sudah ditemukan, yang termasuk besaran turunan adalah………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
C.      Tindak Lanjut dan Aplikasi dalam Kehidupan
Hukum hukum fisika menyatakan hubungan antara besaran-besaran fisika, seperti panjang, waktu, gaya, energi dan suhu. Jadi kemampuan untuk mendefinisikan besaran besaran tersebut secara tepatdan pengukurannya secara teliti merupakan suatu syarat dalam fisika.
Penjumlahan dua besaran fisika hanya berarti jika besaran besaran tersebut mempunyai dimensi yang sama. Seringkali kita dapat menemukan kesalahan dalam suatu perhitungan dengan memeriksa dimensi atau satuan besaran yang terlibat dalam perhitungan itu. Misalkan kita salah menggunakan rumus luas lingkaran A = 2πr. Kita dapat melihat dngan segera bahwa ini salah karena ruas kanan persamaan (2πr) merupakan dimensi panjang, sedangkan luas luas harus mempunya dimensi panjang pangkat dua. Contoh lain, misalnya kita ingin memeriksa kebenaran rumus untuk jarak (x)
x = v0t + 1/2 at2
Di mana t adalah waktu, v0 adalah kelajuan awal, dan a adalah percepatan. Dengan melihat dimensi masing masing besaran, kita tahu bahwa rumus tersebut tidaklah benar. Oleh karen x mepunyai dimensi panjang, maka tiap suku dalam ruas kanan persamaan juga juga harus mempunyai dimensi panjang (L). Suku pertama di ruas kanan (v0t) sudah mempunyai dimensi panjang, sedangkan suku kedua di ruas kanan belum mempunyai dimensi panjang. Akibat kedua suku di ruas kanan ini tidak mempunyai dimensi panjang, maka persamaan tersebut tidaklah benar
 
Evaluasi
Pilihlah salah satu jawaban yang anda anggap paling benar

Diantara kelompok besaran berikut, yang termasuk kelompok besaran pokok dalam sistem Internasional adalah ......

Panjang, luas, waktu, dan jumlah zat
Kuat arus listrik, intensitas cahaya, suhu
Kuat arus listrik, massa, tekanan


Kelompok besaran di bawah ini yang merupakan kelompok besaran turunan adalah.......

Luas, Panjang, dan volume
Waktu, jumlah zat, intensitas cahaya
Kecepatan, luas, dan tekanan


Berikut yang termasuk alat ukur besaran waktu, massa, dan berat berturut turut adalah

Timbangan, neraca pegas, dan neraca ohaus
Neraca Ohaus, stop watch, dan meteran
Stop watch, neraca ohaus, dan neraca pegas


Perhatikanlah dimensi berikut.
MLT-2
Dimensi tersebut merupakan dimensi dari besaran.......

Gaya
Tekanan
Temperatur

Setumpuk kertas diukur tebalnya menggunakan jangka sorong yang ketelitiannya 0,1 mm, di mana hasil pengukurannya ditunjukkan seperti berikut.
Besarnya panjang benda yang diukur tersebut adalah......

18 mm
18 cm
1,8 mm